Antony van Leewenhoek, Perintis Mikrobiologi & Penemu Bakteri - Mas Ifan News - Berita Hari Ini Terbaru
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Antony van Leewenhoek, Perintis Mikrobiologi & Penemu Bakteri

Antony van Leewenhoek, Perintis Mikrobiologi & Penemu Bakteri

Advertisement
Jangan lupa untuk selalu terkoneksi dengan kami dengan Follow IG @MasIfanNews, Fanspage @MasIfanNewsOffical dan juga Subscribe Channel Youtube Mas Ifan News
Antony van Leewenhoek ( Source )
Mas Ifan News - Kita pastinya sudah cukup familiar dengan bakteri atau kuman. Ya, bakteri atau kuman kerap disebut-sebut sebagai biangnya berbagai macam penyakit yang merugikan bagi manusia. Bakteri atau kuman sebenarnya berwujud mikroorganisme yang sangat kecil sehingga tidak bisa dilihat dengnmata telanjang dan harus diamati dengan mikroskop.

Penemuan bakteri atau kuman sangat berguna bagi perkembangan ilmu kedokteran dan farmasi karena dengan diketahui bahwa makhluk inilah merupakan sumber peyebab penyakit, maka banyak jenis penyakit yang kemudian bisa dicegah atau diatasi.

Orang yang berjasa besar telah menemukan bakteri atau kuman sekaligus senagai perintis ilmu mikrobiologi adalah Antony van Leeuwenhoek. Mikrobiolagi merupakan ilmu  turunan dari Biologi yang khusus memperlajari tentang mikroorganisme dengan menggunakan mikrokop bikinan sendiri.
Leewenhoek membuat mikroskop yang berupa kaca pembesar tunggal berbentuk bikonveks.

Spesimen yang akan diteliti diletakkan di antara sudut aperturayang ditahan dengan logam. Untuk melihatnya, mikroskop itu dipegang dan didekatkan dengan mata. Lensa yang terdapat pada mikroskop itu bisa diatur sedemikian rupa untuk mendapatkan objek yang fokus. Walaupun terbilang sederhana, namun mikroskop Leeuwenhoek mampu melakukan pembesaran objek hingga 200 kali lebih besar dibandingkan dengan mikroskop lain pada masa itu.

Dengan bantuan mikroskopnya, Leeuwenhoek beshasil melihat mikroorganisme yang tampak kontras dan mengambang. Dari kegiatan inilah, pada 1676 Leeuwenhoek berhasil mengidentisifikasi adanya kuman atau bakteri pada objek spesimennya. Leeuwenhoek kemudian mengirim surat kepada Royal Society of London di Inggris untuk memberitahu penemuannya . akhirnya, hasi l penelitian pun mengemuka sebagai penemu bakteri atau kuman sekaligus di daulat sebagai Bapak Mikrobiologi.

Antony van Leeuwanhoek dilahirkan di Delft, Belanda, pada 24 Oktober 1632. Sebelum dikenal sebagai ilmuwan dan pakar Biologi, Leeuwanhoek bekerja sebagaipedagang kain. Leeuwenhoek menempuh pendidikan dasarnya di Warmond, tidak jauh dari Leiden, Belanda. Sedangkan pengetahuan tentang ilmu sains, termasuk Fisika, dan Biologi, serta Matematika diperoleh Leeuwanhoek dari seorang pamannya.

Kondisi keluarga leeuwenhoek yang serba terbatas memaksanya tidak berkesempatan untuk merampungkan jenjang pendidikan formal. Pada usia 16 tahun, Leeuwenhoek diminta ibunya agar merantau saja ke Amsterdam. Leeuwenhoek pun menuruti perintah ibunya tersebut dan segera berangkat ke pusat peradaban Belanda itu pada 1648. Di Amsterdam, Leeuwenhoek bekerja sebagai magang di sebuah pabrik tekstil.

Setelah beberapa tahun mengecap pengalaman kerja di Belanda, Leuwenhoek memutuskan untuk mudik ke Deflt pada 1654. Di kampung halamannya itu, ia membuka uaha toko kain wool.

Sebenarnya, inilah kali pertama Leeuwenhoek membuat kaca pembesar yang dipakainya untuk memeriksa kualitas dari kain dagangannya. Kain pembesar sangat membantunya untuk mengetahi cacat kecil pada kain yang tidak terlihat dengan jelas oleh mata.

Pada 1669, Leeuwenhoek banting setir dengan bekerja sebagai penguji mutu anggur. Pekerjaan barunya inilah yang menghantarkan Leeuwenhoek pada penemuan bakteri atau kuman dan perintisan ilmu mikrobiologi.  Disela-sela waktu kerjanya, Leeuwenhoek senang mengamati benda-benda disekitarnya, terutama buah dan tanaman, dengan menggunakan  kaca pembesar yang dulu digunakannya untuk memeriksa kain.

Merasa kurang puas, Leeuwenhoek lantas membuat mikroskop demi penyempurnaan kaca pembesarnya. Nah, dari sinilah Leeuwenhoek kemuadian berhasil menemukan bakteri atau kuman yang mengubah nasibnya menjadi ilmuwan yang patut diperhitungkan.

Predikat ilmuwan yang disandang Leeuwenhoek bukan sekedar embel-embel semata. Leeuwenhoek ternyata memang berbakat di bidang kajian ilmiah. Gelar ilmuwannya pun diakui beberapa pihak yang berkompeten, termasuk Akademi Ilmu Pengetahuan Paris dan British Royal Society.

Selain menemukan bakteri atau kuman sekaligus perintis ilmu mikrobilogi, Leeuwenhoek juga tercatat sebagai ilmuwan pertama merumuskan secara gamblang tentang sel darah merah dan sel darah putih. Leeuwenhoek wafat pada 26 Agustus 1723 di tanah tumpah darahnya, Delft.
Advertisement

Tags