Awalnya Pemulung, Kini Sudah Jadi Juragan Ber Omset Rp. 750 Juta Sebulan, Intip Rahasianya? - Mas Ifan News - Berita Hari Ini Terbaru
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Awalnya Pemulung, Kini Sudah Jadi Juragan Ber Omset Rp. 750 Juta Sebulan, Intip Rahasianya?

Awalnya Pemulung, Kini Sudah Jadi Juragan Ber Omset Rp. 750 Juta Sebulan, Intip Rahasianya?

Advertisement
Jangan lupa untuk selalu terkoneksi dengan kami dengan Follow IG @MasIfanNews, Fanspage @MasIfanNewsOffical dan juga Subscribe Channel Youtube Mas Ifan News
Pak Samad Pemulung Yang Sukses ( Source )
Mas Ifan News - Memang yang namanya nasib semua tidak ada yang tau, siapa sangka jika hanya bermodalkan mengolah sampah, seorang pria dari Semarang ini berhasil merubah nasibnya menjadi lebih baik. Tentu saja, hal itu tidak terjadi begitu saja seperti membalikan telapak tangan. Ada yang namanya usaha dan juga kerja keras untuk bisa mendapatkan kesuksesan tersebut.

Lika-liku kehidupan inilah yang sempat dialami oleh Samad. Menjadi seorang pemulung sampah sejak kecil, hal itu yang kemudian membuat dirinya terpacu untuk sukses dan menjadi orang kaya di daerahnya. Dari usahanya itu, Samad kini bahkan berhasil mendapatkan omset sampai dengan Rp. 750 Juta setiap bulannya.

MENEKUNI PROFESI PEMULUNG SEJAK KECIL

Sejak Dulu Samad Sudah Kerap Berbagi Kepada Para Pemulung ( Source )

Memungut sampah bukanlah sebuah hal yang baru untuk Samad. Sejak kecil, pria asal Kaligondang, Kabupaten Demak itu memang sudah sering membantu ibunya bekerja mencari sampah dan barang bekas yang kemudian dijual kembali. Setelah sekian lama bekerja, Samad pun mencoba untuk membuka usaha sendiri sebagai pengepul barang bekas. ia pun meminjam uang untuk menjadi modal usaha dari ibunya.

DIRIKAN USAHA PENGEPUL BARANG BEKAS DAN INI ADALAH CIKAL BAKAL USAHANYA

Ilustrasi Ketika Para Pemulung Setor Barang ( Source )

Samad pun berhasil mendirikan usaha pengepul barang bekas yang kemudian ia beri nama dengan Sumber Nikmat. Bukan tanpa sebab, dirinya memberi nama itu lantaran ingin supaya usahanya memberikan kenikmatan ketika bekerja untuk para pemulung. Ada kurang lebih 250 pemulung yang rajin menjual barang-barang bekas seperti kardus, plastik sampai dengan besi.

SUKSES MENJADI PENGUSAHA PENGEPUL RONGSOKAN DENGAN OMSET SAMPAI 750 JUTA RUPIAH PER BULAN

ilustrasi tumpukan rongsokan ( Source )

Usai 5 tahun berjalan, Samad pun mendapatkan kesuksesan dan berhasil mengembangkan usahanya sampai mempunyai 50 orang karyawan dengan omset mencapai Rp. 750 Juta perbulan. Hebatnya lagi dirinya sering memotivasi dan juga memberikan penghargaan kepada para pemulung yang menyetorkan barang kepada dirinya. "Setiap kami melaksanakan ulang tahun pernikahan, kami memberikan penghargaan untuk mereka," ujar Nanik Wijiastuti, istri Samad

MEMBERDAYAKAN PARA PEMULUNG DAN MEMBUKA BUKU TABUNGAN BUAT MEREKA

Ilustrasi Pemilahan Barang bekas ( Source )

Demi untuk mengangkat derajat para pemulung yang setiap harinya setor ke tempatnya, Samad membuka buku tabungan untuk mereka sebagai simpanan rutin. Hal itu rupanya punya tujuan yang sangat mulia, yaitu supaya mereka bisa menyimpan uangnya sampai tidak terhambur begitu saja dan meminimalisir supaya tidak tercecer atau hilang di jalan.

PUNYA RENCANA UNTUK MEMBERANGKATKAN BEBERAPA PEMULUNG KE TANAH SUCI

Samad Berhasil Berdayakan Para Pemulung ( Source )

Selain membuka tabungan untuk para pemulung, Samad juga punya keinginan untuk memberangkatkan para pemulung untuk umrah, sebagai rencana jangka pendeknya. Akan tetapi, dirinya juga punya harapan jika uang tabungan bisa dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin ada pemulung yang nantinya bisa berangkat ke tanah suci. "Kami memiliki angan-angan untuk memberangkatkan mereka umroh. Saat ini kami sedang mencari waktu yang tepat," ujar Samad

Usaha yang dirintis oleh Samad sejak awal itu sudah memberikan cukup banyak hal untuk dirinya. Tidak hanya masalah finansial, akan tetapi juga berhasil memberdayakan para pemulung yang juga menjadi salah satu faktor keberhasilannya mengembangkan usaha. hebat banget ya gaes.
Advertisement

Tags