Bapak Ilmu Matematika, Archimedes - Mas Ifan News - Berita Hari Ini Terbaru
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Bapak Ilmu Matematika, Archimedes

Bapak Ilmu Matematika, Archimedes

Advertisement
Jangan lupa untuk selalu terkoneksi dengan kami dengan Follow IG @MasIfanNews, Fanspage @MasIfanNewsOffical dan juga Subscribe Channel Youtube Mas Ifan News
Archimedes ( Source )
Mas Ifan News - Archimedes adalah seorang ahli Matematika yang paling berpengaruh. Pemikirannya dijadikan rujukan oleh banyak ilmuwan, dari Johannes Kepler, Galileo Galilei, hingga Isac Newton.

Archimedes adalah penemu sistem anggar myriad (10000) yang menunjukkan suatu biilangan dengan nilai tak terhingga. Ia juga berhasil merumuskan perbandingan antara keliling lingkaran dan jari-jari lingkaran yang dikenal dengan istilah pi sebesar 3.1429.

Archimedes dilahirkan di Italia, tepatnya di kota pelabuhan bernama Syracuse, Sisilia, pada tahun 287 Sebelum Masehi. Ayahnya adalah seorang ahli astronom bernama Phidias. Semas muada, Archimedes pernah belajar ke Alexandria, Mesir.

Di negeri yang pernah menjadi bagain dari Kekaisaran Romawi itu, ia memperdalam pengetahuannya mengenai Matematika dan berhasil membuat karya, di antaranya adalah The Method of Mechanical Theorems dan The Cattle Problem, selain karya-karyanya lain, seperti On the Equilibrium of Plane, On the Measurement of a Cicle, On Spirals, On the Sphere and the Cylinder dan lain sebagainya.

Beberapa catatan meniliskan bahwa Archimedes bersahabat denga Raja Hieron II,pemimpin Syracuse. Pada 214 Sebelum Masehi itu, Syracuse berada di bawah pendudukan Kekaisaran Romawi. Setelah pulang dari Alenxandria. Archimedes diangkat sebagai penasihat Raja Hireon II. Suatu ketika, Raja Hireon II meminta Archimedes memeriksa mahkotanya, apakah terbuat dari ema murni atau campuran. Archimedes ternyata kesulitan.

Merasa sangat lelah, ia pergi ke pemandian umum untuk menghilangkan penat. Begitu badannya masuk ke dalam bak mandi, air dalam bak mandi itu pun tumpah ke lantai. Ia termenung memikirkan sesuatu. Sesaat kemudian, Archimedes berlari keluar, tanpa sadar dalam keadaan telanjang. “Eureka! Aku menemukannya!” serunya sepanjang jalan.

Archimedes menyadari bahwa air tumpah dari bak saat ia berendam tadi takarannya sebanding dengan berat tubuhnya. Rumusn seperti ini bisa dipergunakan untuk menghitung volume dan isi dari mahkota Raja Hireon II. Archimedes membagi berat mahkota dengan volume air yang dipindahkan.

Lewat metode ini, ia bisa mengetahui kerapatan dan berat jenis mahkota itu yang ternyata lebih rendah dari berat jenis emas murni. Dengan demikian, terbukti sudah bahwa mahkota Raja Hireon II bukanlah terbuat dari seratus persen eman murni, melainkan telah dicampur perak.

Sebagai wilayah koloni, Syracuse harus memberikan gandum dalam jumlah yang besar kepada Romawi secara rutin. Hingga pada suatu ketika. Raj aHireon II merasa kebijakan itu terlalu memberatkan rakyat Syracuse shingga pengiriman gandum ke Romawi pun dihentikan. Untuk berjaga-jaga apabila Romawi menyerang Syracuse, Raja Hireon II meminta Archimedes untuk merancang kapal jenis baru demi memperuat armada laut Syracuse.

Archimedes segera bekerja, ia membaut kapal yang sangat besar. Agar bisa mengapung, air yang  menggenangi dek kapal harus dikeluarkan dulu. Archimedes kemudian membuat alat yangbisa menyedot air dengan mudah. Ia juga ,nciptakan alat sejenis katrol untuk memindahkan kapal beserta muatannya hanya dengan menarik seutas tali. Selain itu, Archimedes masih punya banyak peralatan lainnya untuk menangkal serangan Romawi.

Apa yang ditkutkan kemudian benar-benar terjadi. Romawi menyerang Syracuse dan mengerahkan 120 kapal perang. Untuk menghambat musuh Archimedes memerintahkan pasukan Syracuse menggunakan perisai mereka untuk memantulkan sinar matahari ke arah kapal-kapal lawan Romawi.

Ia berharap panas itu bis membakar kapal-kapal lawan, namun rencana ini kurang berhasil karena kapal-kapal itu terus bergerak. Meskipun demikian, dengan cara itu, pasukan Romawi kesulitan membidikkan panah akibat sulau dan panas yang berasal dari pantulan sinar matahari itu.

Pasukan Romawi semakin mendekati pesisir Syracuse. Archimede tak hilang akal, ia sudah mempersiapkan alat sejenis derek yang bisa secara diam-diam dikaitkan ke kapal-kapal musuh.

Ketika derek ditarik, kapal-kapal Romawi itu pun limbung, bahkan beberapa diantaranya bisa ditenggelamkan. Archimedes juga membuat ketapel dan balista untuk melawan tentara Romawi yang hasilnya cukup efektif.

Namun, rupanya jumlah paukan Romawi terlalu banyak sehingga Syracuse semakin terdesak. Archimedes gugur pada tahun 212 SM dalam peperangan itu. Seorang prajurit Roamwi membunuhnya mekipun ada perintah bahwa Archimedes harus ditangkap hidup-hidup.

Ketika itu, Archimedes sedang berusaha menyelesaikan rumus geometrinya dengan mengambarkan lingkaran-lingkaran di atas tanah. Sesaat sebelum ajal menjemputnya, Archimedes sempat menghardik tentara Romawi dengan berteriak, “Jangan ganggu lingkarangku!”.
Advertisement

Tags