Innalillahi, Khatib Meninggal Setelah Salam kedua Salat Jumat di Klaten - Mas Ifan News - Berita Hari Ini Terbaru
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Innalillahi, Khatib Meninggal Setelah Salam kedua Salat Jumat di Klaten

Innalillahi, Khatib Meninggal Setelah Salam kedua Salat Jumat di Klaten

Advertisement
Jangan lupa untuk selalu terkoneksi dengan kami dengan Follow IG @MasIfanNews, Fanspage @MasIfanNewsOffical dan juga Subscribe Channel Youtube Mas Ifan News
Ilustrasi Shalat Jumat ( Source )
Mas Ifan News - Ustaz M Agus Salim Dwi Mulyana (56) meninggal dunia setelah menjadi khatib salat Jumat di Masjid Al Ikhlas, Klaten. Agus terjatuh usai mengucapkan salam keduanya dan menyelesaikan salat Jumat.

"Setelah mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri, langsung ambruk. Jadi beliau (Agus) sempat menyelesaikan salat," ungkap Dadi Mulyono (42) pada detikcom saat ditemui di rumah duka, Dusun Keeron, Desa/Kecamatan Delanggu, Jumat (20/3/2020).

Menurut pengakuan Dadi, Agus sempat menjadi khatib salat Jumat. Kemudian usai khotbah pada pukul 12.00 WIB, Agus turun mimbar dan kemudian mengaku dirinya tidak enak badan.

"Sebab tidak enak badan, saya diminta menggantikan jadi imam. Almarhum salat persis di belakang saya," lanjut Dadi.

Usai tahiyat akhir dan ditutup salam, Dadi mengaku mendengar almarhum mengucapkan istighfar beberapa kali.

"Jadi bilang astaghfirullah beberapa kali. Setelah itu saya menoleh dan almarhum sudah ambruk," imbuh Dadi.

Ketika melihat Agus terjatuh, jemaah pun bergegas untuk mengangkat dan mengambil mobil untuk membawa Agus segera ke RS. Akan tetapi belum sampai dibawa ke RS, Agus sudah meninggal.

"Jadi saya dan jamaah tidak sempat zikir. Langsung bergegas menolong tapi begitu mau diangkat ke mobil, (Agus) sudah meninggal," sambung Dadi.

Prapto, salah seorang jemaah yang ada mengucapkan jika Agus sebelumnya sempat diperiksa polisi dan tim Puskesmas. Setelah itu dibawa ke rumahnya di Dusun Keeron, Desa / Kecamatan Delanggu.

Di rumah duka, begitu terlihat suasana sedih. Anak almarhum terlihat terus menangis. Kerabat, tetangga dan juga perangkat desa pun bergegas langsung menyiapkan pemakaman.

Ketua RW 4 Dusun Keeron, Desa Delanggu, Heri Sudarwanto menambahkan, Agus baru tinggal di Dusun Keeron pada 4 bulan terakhir. Akan tetapi dirinya tidak pernah mendengar Agus mengeluh sakit.

"Tadi sudah ada visum polisi dan Puskesmas komplit. Tidak ada hubungannya dengan isu aneh-aneh tapi penyakit apa kami tidak tahu," pungkas Heri.

Sumber Berita
Advertisement

Tags