Kenapa Italia Paling Tersakiti Corona COVID-19, Perhatikan Sampai Selesai! - Mas Ifan News - Berita Hari Ini Terbaru
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kenapa Italia Paling Tersakiti Corona COVID-19, Perhatikan Sampai Selesai!

Kenapa Italia Paling Tersakiti Corona COVID-19, Perhatikan Sampai Selesai!

Advertisement
Jangan lupa untuk selalu terkoneksi dengan kami dengan Follow IG @MasIfanNews, Fanspage @MasIfanNewsOffical dan juga Subscribe Channel Youtube Mas Ifan News
ilustrasi ( Source )
Mas Ifan News - Italia menjadi negara yang paling tersaikit dengan adanya wabah virus corona COVID-19 sampai saat ini. bahkan Italia sudah melebihi China yang menjadi negara pertama yang porak-poranda lantaran COVID-19. Jumlah korban yang meninggal sangat mengerikan, hampir 3 kali lipat lebih besar dari yang ada di China.

Berdasarkan dari data terakhir, korban meninggal di Italia mencapai pada 8.215 orang meski jumlah temuan kasus masih sedikit di bawah China. Di China sendiri korban meninggal tercatat mencapai 3.287 orang. Nah berikut ini beberapa rangkuman 4 alasan kuat kenapa Italia menjadi yang paling tersakiti dengan banyaknya korban berjatuhan.

Dan satu lagi yang harus menjadi perhatian kita, dari 4 alasan ini Jakarta juga punya potensi sehingga diharapan ulasan ini menjadi perhatian untuk warga Jakarta. Termasuk benar-benar mengikuti anjuran work from home. Dan ini dia alasan Italia menjadi negara yang paling banyak terdampak Corona versi theconversation?

BANYAK LANSIA

Italia adalah negara yang ada pada urutan keempat di dunia untuk usia harapan hidup terpanjang, 84 tahun. Itu artinya banyak penduduk lanjut usia di sini. Dari data 2018, ada sebanyak 22,6% populasi Italia adalah penduduk dengan usia diatas 65 tahun.

Ini proporsi tertinggi di Eropa. Dan yang menyakitkan, dari hasil studi dan juga pengamatan, Virus corona ini memang sangat senang dengan lansia. Diperparah dengan fakta lain jika masih ada para lansia yang bekerja. Rata-rata orang Italia masih terus bekerja sampai dengan usia 67 tahun.

TRADISI CIPIKA-CIPIKI DAN JUGA PELUKAN

Untuk orang Italia tentu saja tak biasa dengan yang namanya social distancing atau pembatasan sosial. Orang Italia begitu dekat antara satu dengan yang lain. Itu digambarkan dengan tradisi berpelukan dan juga cipika-cipiki.

Terlebih tradisi ini tidak hanya dilakukan untuk mereka yang satu keluarga saja. Biasanya dengan teman dekat juga seperti itu, teman kerja bahkan orang yang baru mereka kenal. Tradisi ini juga yang disadari oleh Perdana Menteri Italia yang menjadi alasan terkuat negara Italia terdampak COVID19. ia mengakui terlambat melakukan lockdown di Italia.

POPULASI PADAT

Di Italia memang tidak ada banyak ruang bebas. Sebagian gambaran, kepadatan rata-rata 533 orang untuk per 2,5 kilometer kubik. Dibanding dengan negara Jerman yang dengan tingkat kepadatan 235 orang per 2,5 kilometer kubik atau bahkan di Amerika Serikat dengan 94 orang per 2,5 kilometer kubik. Tidak heran jika Virus ini begitu cepat menyebar di kota padat penduduk seperti Roma dan juga Milan.

BAGIAN UTARA ITALIA MERUPAKAN PUSAT BISNIS

Milan yang letaknya ada di wilayah utara adalah ibu kota Italia secara finansial. Milan menjadi kota perdagangan yang tentu memiliki hubungan kuat dengan China. Kebanyakan wilayah utara Italia ini dihuni oleh para pendatang yang berstatus sebagai pegawai perusahaan multinasional, terutama orang dari China. Ditambah dengan tingginya catatan keluar masuk yang mayoritas melalui wilayah utara ini.

Sumber Berita
Advertisement

Tags