Liburkan Sekolah Lantaran Virus Corona, Anies Tak Mau Lockdown Jakarta - Mas Ifan News - Berita Hari Ini Terbaru
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Liburkan Sekolah Lantaran Virus Corona, Anies Tak Mau Lockdown Jakarta

Liburkan Sekolah Lantaran Virus Corona, Anies Tak Mau Lockdown Jakarta

Advertisement
Jangan lupa untuk selalu terkoneksi dengan kami dengan Follow IG @MasIfanNews, Fanspage @MasIfanNewsOffical dan juga Subscribe Channel Youtube Mas Ifan News
Anies Baswedan ( Source )
Mas Ifan News -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan tidak akan menutup atau lockdown Ibu Kota meski jumlah kasus positif Corona di Indonesia terus melonjak sampai 96 sejak 2 Maret 2020.

Dari puluhan kasus itu, 5 pasien positif corona meninggal. Di Jakarta jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai sebanyak 586 orang dan pasien yang ada dalam pengawasan (PDP) sebanyak 261 orang. Angka ini terhitung pada 1-12 Maret 2020.

Meski tidak melakukan lockdown, yang berarti menutup akses keluar masuk jakarta dan juga semua penduduk harus berdiam diri di rumah seperti yang terjadi di Kota Wuhan di China, Italia dan Manila, Anies Baswedan meminta kepada para warga Jakarta untuk ikut bertanggung jawab untuk menekan penularan virus corona.

"Kami tidak melakukan penutupan kota Jakarta tapi kami minta kepada semua warga mari mengambil sikap bertanggung jawab kepada diri sendiri, kepada keluarga, dan kepada seluruh komponen masyarakat," kata Anies di Balairung Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Maret 2020.

Anies Baswedan tidak melarang para warga Jakarta untuk pergi ke luar rumah dan beraktivitas, akan tetapi dia meminta kepada masyarakat untuk mengurangi interaksi antar warga. Dengan seperti itu, Anies menuturkan, potensi penyebaran virus bisa berkurang.

"Artinya mobilitas penduduk ditekan sekecil mungkin, kegiatan-kegiatan tidak perlu ditiadakan," ucap dia

Untuk mengurangi interaksi antar warga, Pemerintah Provinsi DKI sudah menyetop kegiatan keramaian selama bulan Maret. Pemprov DKI juga sudah membuat keputusan untuk menutup semua sekolah yang ada di Ibu Kota.

Menurut Anies, penutupan sekolah itu akan berlangsung sampai 2 minggu. Dia menyebutkan proses pembelajaran bakal dilakukan dengan metode jarak jauh. Pemerintah DKI masih mengkaji metode itu.

"Bahan-bahan untuk orang tua, untuk guru, siswa, kepala sekolah, itu semua Insya Allah akan siap sebelum hari Senin," ujar Anies.

Pemerintah DKI juga menunda pelaksanaan ujian Nasional (UN) SMA & SMK yang mana rencananya bakal digelar pada hari Senin, 16 Maret 2020.

Sebelumnya, DKI Sudah menutup semua tempat rekreasi di Jakarta, dari Ancol sampai dengan Museum.

Anies Baswedan ( Source )

Di hari Jumat yang lalu Anies juga meminta kepada dunia usaha agar menyiapkan protokol kerja jarak jauh untuk upaya mengatasi penyebaran virus corona.

"Bagi dunia usaha, kami meminta untuk mulai menyiapkan protokol kerja jarak jauh. Hari ini, belum ada arahan untuk kantor-kantor, stafnya bekerja dari jauh. Tapi dunia usaha harus mulai menyiapkan," ujar Anies di Balai Kota, Jumat 13 Maret 2020.

Anies mengucapkan imbauan itu sebagai persiapan jika nanti DKI mengambil sikap untuk melaksanakan kerja jarak jauh. "Jika sampai kita harus melakukan kerja jarak jauh, tentu saja semua sudah ada prosedurnya, dan sudah siap untuk digunakan," ucapnya

Anies pun juga sudah memberi pengarahan untuk kerja di rumah kepada para pegawai Pemprov DKI yang flu, batuk, demam atau masuk dalam daftar pemantauan. Anies menyebutkan tidak akan mengurangi penghasilan pegawai tersebut.

"Saya meminta seluruh warga Jakarta untuk memprioritaskan kegiatan di rumah dan kegiatan sekitar, kurangi kegiatan di keramaian sebisa mungkin, batasi interaksi kerumuman orang-orang banyak," ujarnya.

Anies Baswedan & Joko Widodo ( Source )

Langkah untuk meminimalisir interaksi warga itu diambil usai Pemprov DKI menyiapkan simulasi terburuk penyebaran Virus Corona di jakarta yang bisa mencapai 6.000 kasus jika pemerintah tidak melakukan upaya apapun untuk menekan pencegahan penularan.

"Tentang 6.000 kasus ini bila situasinya terjadi terus, mungkin bisa terjadi begitu," ujarnya.

Pada situasi itu Anies menyebutkan sudah menyiapkan lokasi-lokasi untuk area isolasi pasien virus corona yang ada di Jakarta. Simulasi itu kata Anies sudah disampaikan kepada pemerintah pusat.

Menurut Anies simulasi itu sebagai antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan dalam penyebaran virus corona. "Kita memang membuat simulasi lantaran kita ingin melakukan antisipasi kemungkinan terburuk," ujar Anies

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni meminta Anies Baswedan untuk mengisolasi atau lockdown ibu kota guna untuk pencegahan penyebaran virus corona.

"Saya mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk segera melakukan lockdown atau isolasi satu Jakarta. Dengan penyebaran yang sudah sampai di seluruh wilayah Jakarta ini, lockdown menjadi satu-satunya jalan bagi kita untuk memperlambat laju penularan," kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu 14 Maret 2020.

Anies Baswedan ( Source )

Sahroni mengucapkan langkah lockdown itu sangat dibutuhkan secepatnya untuk menghindari semakin banyak warga tertular COVID-19. Hal itu menurut dirinya juga berdasarkan dari pernyataan Anies Baswedan yang menyebutkan jika besar pasien positif COVID-19 ada di Jakarta.

"Pak Anies sendiri juga menyebut bahwa terbanyak kasus corona ada di Jakarta. Jadi tunggu apa lagi? Penyebaran virus ini tidak boleh dianggap remeh, harus segera dilakukan lockdown," ujarnya.

Dia mencontohkan beberapa negara yang kemudian segera mengambil tindakan lockdown daerahnya untuk mengurangi penyebaran virus. Menurut anggota DPR asal Tanjung Priok Jakarta Utara itu, China langsung melakukan lockdown Wuhan kala angka positif masih 400 orang, dan kini angka penyebaran Virus Corona di China sudah mulai menurun sampai 1 persen.

"Di sisi lain ada juga Italia yang baru lockdown setelah angka positif COVID-19 sudah mencapai ribuan dan penyebaran virus makin susah dikendalikan. Mumpung angka kasus positif kita masih puluhan, lockdown harus segera dilakukan," katanya.

Sahroni mengingatkan jika menunda lockwodn itu artinya membiarkan penyebaran virus itu terus berjalan dan tidak terkendali dan itu bakal semakin menyulitkan pemerintah dalam upaya penanggulangannya.

Dia menilai jika pasien positif Corona COVID-19 di Jakarta ataupun di Indonesia dibiarkan semakin banyak, sistem kesehatan yang akan kewalahan. "Rumah sakit akan overcapacity, tenaga kesehatan kita akan kerja 24 jam, angka pasien yang bisa diselamatkan juga makin rendah, cost-nya makin tinggi, jadi kalau kata saya; better safe than sorry," ujarnya.

Sumber Berita

Yuk Bergabung bersama Mas Ifan News di Grup WhatsApp "Sahabat Mas Ifan" Kontak WA : 0831-9534-4214 (Mas Ifan)" atau ikuti juga Instagram @masifannews dan Fanspage kami @masifannewsoffical. Terima Kasih
Advertisement

Tags