Pak Dhe Janji Driver Ojol CS Tidak Akan 'Babak Belur' Karena Corona - Mas Ifan News - Berita Hari Ini Terbaru
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pak Dhe Janji Driver Ojol CS Tidak Akan 'Babak Belur' Karena Corona

Pak Dhe Janji Driver Ojol CS Tidak Akan 'Babak Belur' Karena Corona

Advertisement
Jangan lupa untuk selalu terkoneksi dengan kami dengan Follow IG @MasIfanNews, Fanspage @MasIfanNewsOffical dan juga Subscribe Channel Youtube Mas Ifan News
Ilustrasi ( Source )
Mas Ifan News - Sejak virus corona semakin merebak di Indonesia, pemerintah menyarankan supaya diterapkan yang namanya physical / social distancing dan kerja di rumah. Kebijakan itu tentu saja berdampak pada pengemudi atau driver ojek online dan juga para supir taksi online.

banyak ojol dan juga sopir taksi yang kemudian curhat di media sosial dan bahkan ada yang beberapa curhatan mereka diangkat media. Mereka yang berpenghasilan harian khawtair tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka.

Bapak Joko Widodo ( Pak Dhe Jokowi ) mengaku mendengar keluhan tersebut. Dan Pak Dhe pun juga menyampaikan agar para Ojol tak perlu khawatir karena Pemerintah sudah memberikan relaksasi jika mereka tidak perlu membayar angsuran kredit kendaraan selama 1 tahun.

"Keluhan yang saya dengar juga dari tukang ojek, sopir taksi yang sedang memiliki kredit motor atau mobil, atau nelayan yang sedang memiliki kredit, saya kira sampaikan ke mereka, tidak perlu khawatir karena pembayaran bunga atau angsuran diberikan kelonggaran selama 1 tahun," ujarnya saat memberikan arahan kepada para gubernur melalui video conference, Selasa (24/3/2020).

Relaksasi pembayaran angsuran kendaraan itu sudah difinalisasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain memberikan relaksasi tersebut, OJK bahkan juga memberikan kelonggaran kredit UMKM.

"OJK akan memberikan kelonggaran relaksasi kredit UMKM untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar baik kredit perbankan maupun industri keuangan non bank, penundaan cicilan sampai satu tahun, dan penurunan bunga," tuturnya.

Pak Dhe menjelaskan untuk semua bank dan juga leasing, jika kebijakan itu tidak main-main.

Pak Dhe menekankan, semua bank dan juga perusahaan pembiayaan dilarang untuk melakukan penagihan angsuran. Larangan itu juga sudah di serukan oleh Kepolisian.

Pada kondisi darurat corona seperti sekarang ini, Pemerintah membebaskan para driver ojek online ataupun sopir taksi untuk membayar cicilan kendaraan selama 1 tahun. Hal itu juga berlaku bagi nelayan yang juga memiliki cicilan perahu.

"Oleh karena itu kepada tukang ojek dan sopir taksi yang sedang kredit kendaraan bermotor dan kredit mobil, nelayan yang sedang kredit perahu tidak perlu khawatir, pembayaran bunga dan angsuran diberikan kelonggaran satu tahun," tuturnya

Atas kebijakan tersebut, Pak Dhe menegaskan jika semua bank dan juga perusahaan pembiayaan (leasing) untuk tidak melakukan penagihan angsuran. Terlebih lagi mempergunakan debt collector. Pak Dhe meminta kepada kepolisian untuk memantau hal itu.

"Dan pihak perbankan dan industri keuangan non bank dilarang mengejar-ngejar angsuran. Apalagi menggunakan jasa penagihan atau debt collector. Itu dilarang dan saya minta kepolisian mencatat hal ini," tuturnya.

Selain itu, lanjut Pak Dhe Jokowi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga sudah memberikan relaksasi kredit terhadap UMKM. Untuk kredit di bawah Rp 10 miliar untuk tujuan usaha akan dibebaskan pembayaran cicilan dan bunga selama 1 tahun.

"OJK akan memberikan relaksasi kredit UMKM untuk nilai kredit di bawah Rp 10 miliar untuk tujuan usaha. Baik kredit yang diberikan perbankan maupun industri keuangan non bank. Asalkan digunakan untuk usaha akan diberikan pengurangan bunga dan penundaan cicilan sampai 1 tahun," terangnya.

Sumber Berita
Advertisement

Tags