Trauma COVID-19, China Bakal Terapkan Kebijakan 'Bersih' Orang Asing - Mas Ifan News - Berita Hari Ini Terbaru
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Trauma COVID-19, China Bakal Terapkan Kebijakan 'Bersih' Orang Asing

Trauma COVID-19, China Bakal Terapkan Kebijakan 'Bersih' Orang Asing

Advertisement
Jangan lupa untuk selalu terkoneksi dengan kami dengan Follow IG @MasIfanNews, Fanspage @MasIfanNewsOffical dan juga Subscribe Channel Youtube Mas Ifan News
Ilustrasi ( Source )
Mas Ifan News - Wabah Corona COVID-19 yang menghantam China meninggalkan trauma yang sangat mendalam. Hal itu terungkap melalui kebijakan yang bakal diberlakukan oleh Negeri Tirai Bambu itu. China sementara ini melarang orang asing untuk tinggal dinegaranya mulai pada Sabtu besok, 28 Maret 2020.

Larangan itu terpaksa dilakukan oleh China untuk menutup adanya kemungkinan negara komunias itu kembali lagi didera wabah yang berkemungkinan akan kembali dibawa oleh orang asing. Maklum, saat ini wabah Corona COVID-19 memang sedang mewabah di semua dunia.

Seperti dilansir dari Nikkei, pada Jumat 27 Maret 2020, larangan sementara untuk orang asing masuk ke China itu diumumkan Kementerian Luar Negeri China, pada beberapa waktu yang lalu. Tidak hanya menyasar orang asing yang mengantongi visa resmi saja, larangan ini pun juga berlaku untuk orang asing yang memiliki izin tinggal.

"Pengecualian hanya akan diberikan bagi mereka yang memasuki China dengan kapasitas diplomatik atau resmi serta pemegang visa C," tulis pernyataan resmi kementerian luar negeri China, seperti dilansir dari straitstimes, Jumat 27 Maret 2020,

Visa "C" yang dimaksudkan itu Visa yang dikeluarkan untuk orang asing yang terlibat pada penyediaan layanan transportasi internasional itupun dengan adanya batasan masuk yang diberi jatah satu rute perminggu. Batasan satu rute perminggu ini juga diberlakukan untuk maskapai domestik yang keluar dari China.

Sebenarnya kebijakan ini juga bakal untuk warga China sendiri. Karena saat ini ada banyak orang China yang kembali ke negaranya lantaran wabah ini sedang ramai menyasar negara-negara yang ada di luar China. Termasuk 40% diantaranya berstatus pelajar yang saat ini ada di luar China.

Meski mengakui keresahan para warga China yang ada di luar negeri, akan tetapi rupanya pemerintah masih tetap menrasa risiko terlalu tinggi jika tidak memberikan batasan-batasan itu.

Sumber Berita
Advertisement

Tags