20.465 Orang Meninggal Karena Corona Di Italia, Jumlah Pasien Kritis Mulai Menurun - Mas Ifan News - Berita Hari Ini Terbaru
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

20.465 Orang Meninggal Karena Corona Di Italia, Jumlah Pasien Kritis Mulai Menurun

20.465 Orang Meninggal Karena Corona Di Italia, Jumlah Pasien Kritis Mulai Menurun

Advertisement
Jangan lupa untuk selalu terkoneksi dengan kami dengan Follow IG @MasIfanNews, Fanspage @MasIfanNewsOffical dan juga Subscribe Channel Youtube Mas Ifan News
ilustrasi ( Source )
Mas Ifan News - Jumlah Korban meninggal karena virus corona di Italia sudah lebih dari 20 Ribu orang. Meski begitu, jumlah pasien yang kritis di negara ini mulai memperlihatkan penurunan berturut-turut.

Seperti yang dilansir AFP, Selasa 14/4/2020, Badan Perlindungan Sipil Italia mengabarkan 566 kematian baru dalam 1 hari. Total jumlah korban meninggal karena virus di Italia saat ini mencapai 20.465 orang.

Jumlah itu membuat Italia menjadi negara kedua dengan jumlah kematian tertinggi di dunia, usai Amerika Serikat dan sejauh ini dikabarkan ada sebanyak 23.529 orang meninggal di Amerika Serikat.

Otoritas Italia juga mengabarkan penurunan jumlah pasien virus corona yang dirawat di Ruang Perawatan Intensif (ICU), yaitu dari 4.068 pasien ketika puncak pada 3 April, menjadi 3.260 pasien di Senin 13/4/2020. Penurunan ini disebut mengonfirmasi adanya peningkatan baik pada tren virus ini di Italia.

Tidak hanya itu saja, Jumlah tambahan kasus di Italia juga mulai mengalami penurunan. Total kasus di Italia mencapai 159.516 kasus dan terbanyak ketiga di dunia usai AS 581 ribu kasus dan Spanyol lebih dari 170 ribu kasus.

Akan tetapi seorang pakar penyakit menular terkemuka di Italia menyebutkan jika data ini sulit dibaca lantaran terus bertambahnya kasus ini, bisa saja mulai terinfeksi sekitar 3 pekan yang lalu dengan merujuk pada masa inkubasi.

"Jangka waktu antara momen penularan dan momen kita menerima data bisa mencapai 20 hari. Jadi ketika Anda membaca ada 300 kasus baru, kasus-kasus ini merupakan penularan yang terjadi 20 hari lalu," sebut Giovanni Rezza dari Institut Kesehatan Publik, ISS.

"Ini tanda-tanda yang positif, tapi jumlah kematian masih tinggi," cetusnya.

Di pekan lalu, otoritas Italia memutuskan untuk memperpanjang lockdown nasional sampai pada 3 Mei 2020. Keputusan itu didukung oleh para dokter, akan tetapi ditentang oleh para pengusaha yang ragu apakah mereka bisa bertahan tanpa operasional selama 3 pekan lagi.

Di hari Selasa 14/4/2020. Otoritas Italia juga akan kembali membuka toko-toko dan tempat laundry sebagai uji coba untuk melihat apakah langkah social distancing benar-benar bisa diterapkan dan juga aman di jalan.

Sumber Berita
Advertisement

Tags