Fakta Ibu 4 Anak Yang Meninggal Karena Hanya Minum Air Galon, Kelaparan 2 Hari - Mas Ifan News - Berita Hari Ini Terbaru
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Fakta Ibu 4 Anak Yang Meninggal Karena Hanya Minum Air Galon, Kelaparan 2 Hari

Fakta Ibu 4 Anak Yang Meninggal Karena Hanya Minum Air Galon, Kelaparan 2 Hari

Advertisement
Jangan lupa untuk selalu terkoneksi dengan kami dengan Follow IG @MasIfanNews, Fanspage @MasIfanNewsOffical dan juga Subscribe Channel Youtube Mas Ifan News
Yulie Dan Suaminya ( Source )
Mas Ifan News - Penyebaran virus corona di Indonesia terus mengalami peningkatan. Tidak heran jika masyarakat dari berbagai lapisan pun kini mulai merasa kewalahan untuk bertahan hidup.

Mereka yang berprofesi sebagai petani, pengemis, penjual keliling hingga yang pekerjaannya serabutan juga terhimpit dan juga sulit untuk mencari nafkah. Alhasil, kelaparan dan juga pencurian mulai banyak terjadi belakangan ini.

Dan salah satu kasus yang sedang menjadi perhatian saat ini adalah meninggalnya seorang ibu di Serang, Banten karena kelaparan. Simak yuk bagaimana fakta dan kronologinya berikut ini :

BERTAHAN HIDUP DENGAN MINUM AIR GALON

Ia adalah Yulie Nuramelia (43), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Banten yang akhirnya meninggal dunia pada hari Senin 20/4/2020 lantaran diduga kelaparan selama wabah corona.

IRT Meninggal Karena Kelaparan ( Source )

Seperti dilansir dari cnnindonesia.com, Yulie harus menahan rasa laparnya itu selama 2 hari hanya dengan meminum air galon isi ulang. Hal itu juga dilakukan oleh 4 orang anaknya, karena mereka tidak juga memiliki uang untuk membeli bahan makanan.

TIDAK BEKERJA SELAMA WABAH CORONA

Kehidupan sehari-hari keluarga Yulie bergantung dari pekerjaan suaminya, Mohamad Holik (49) yang bekerja sebagai pemulung. Akan tetapi, selama wabah corona ini, lapak yang biasa menjadi tempat dirinya menampung barang bekas tutup, sehingga keluarga mereka pun tak bisa mendapatkan uang.

Yulie Dan Suaminya ( Source )

Begitu pun dengan anak sulung mereka yang bekerja sebagai buruh. Tempat di mana anaknya bekerja juga tutup, sehingga anaknya pun tak bisa membantu keluarga. Selama ini, jika bekerja, Suami Yulie dalam 1 hari bisa mendapatkan uang Rp. 25 ribu sampai Rp. 30 Ribu. dan uang itulah yang dipergunakan untuk bertahan hidup.

SEMPAT MENDAPAT BANTUAN DARI RELAWAN

Atas kondisi ekonomi yang terpuruk, Holik mengucapkan jika dirinya belum mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. Namun beruntung, masih ada relawan yang pernah mengunjungi keluarganya sebelum istrinya meninggal dunia dan memberikan sedikit bantuan kepada keluarganya.

Keluarga Yulie Saat Mendapatkan Bantuan Dari Relawan ( Source )

Relawan mengucapkan jika mungkin memang keluarga Tulie ini sangat lapar, karena ketika diberi roti, sang anak pun langsung melahapnya. Relawan bernama Omen itu datang pada hari senin, pukul 10.00 di hari yang sama Yulie meninggal dunia setelahnya.

MENINGGAL BUKAN KARENA COVID-19

Kala mendengar kabar Yulie meninggal dunia, relawan yang sempat berkunjung mengaku kaget. Sedangkan lurah Lontar Baru, Dedi Sudradjat mengucapkan jika dirinya mendapat berita Yulie meninggal bukan lantaran kelaparan. ia mengucapkan jika ada informasi lain yang mengucapkan jika keluarga itu masih bisa makan.

ilustrasi ( Source )

Sedang untuk pihak medis mengatakan jika Yulie sama sekali tidak terpapar wabah Covid-19. Kepada wartawan, suami Yulie mengaku jika paginya istrinya masih sehat-sehat saja dan segar. Hingga kini, penyebab kematian istrinya pun masih dalam penyelidikan.

Entah memang meninggal karena kelaparan atau tidak, yang jelas ibu satu ini ada dalam kondisi yang sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah. Tidak hanya keluarga Yulie saja, di luar sana mungkin masih ada keluarga yang bernasib serupa dan juga membutuhkan uluran tangan kita.
Advertisement

Tags