Sisi Lain Jalur Pantura Yang Terkenal Angker Dan Telan Ribuan Jiwa - Mas Ifan News - Berita Hari Ini Terbaru
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sisi Lain Jalur Pantura Yang Terkenal Angker Dan Telan Ribuan Jiwa

Sisi Lain Jalur Pantura Yang Terkenal Angker Dan Telan Ribuan Jiwa

Advertisement
Jangan lupa untuk selalu terkoneksi dengan kami dengan Follow IG @MasIfanNews, Fanspage @MasIfanNewsOffical dan juga Subscribe Channel Youtube Mas Ifan News
Potret jenderal Herman Willem Daendels & Kerja Paksa ( Source )
Mas Ifan News - Sebagai salah satu kawasan yang sangat penting di Indonesia, Jalur Pantai Utara Jawa atau yang lebih dikenal dengan nama Pantura menjadi penyangga perekonomian sekaligus jalur sibuk yang dipadati dengan ribuan kendaraan setiap harinya.

Akan tetapi dibalik kepadatan tersebut, siapa yang menyangka bahwa di jalur Pantura itu menyimpan sejarah yang sangat kelam.

Di era kolonial, Gubernur Jenderal Herman William Daendels sebagai penguasaan ketika itu memerintahkan pembangunan sebuah jalan raya pos atau Groote Postweg. Para buruh yang dipergunakan adalah masyarakat lokal dengan sistem tanam paksa sehingga banyak nyawa yang melayang ketika itu. Yuk cari tau ulasan selengkapnya.

JALAN RAYA YANG DIBANGUN BERDASARKAN KEPENTINGAN EKONOMI & MILITER

Pada masa lalu, pembangunan jalan yang membentang dari Anyer sampai dengan Panarukan itu adalah proyek besar dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda, di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Kepentingan ekonomi dan militer merupakan hal yang paling utama dibalik pembangunan itu.


Dari sisi perekonomian, Daendels berkeinginan supaya jalan itu bisa digunakan masyarakat mengangkut komoditas pertanian menuju ke pelabuhan dan gedung penyimpanan milik pemerintah. Dari segi militer, jalan pantura (Anyer-Panarukan) dipergunakan agar mempermudah militer Hindia Belanda dari serangan Inggris.

PROYEK BESAR YANG MEMAKAN BANYAK KORBAN JIWA

Jalur pantura akhirnya berhasil diselesaikan dan juga bisa digunakan untuk kepentingan Hindia Belanda. meski begitu, keberhasilan itu harus dibayar dengan begitu mahal, yaitu dengan nyawa para buruh yang dikerahkan untuk membangun jalan dengan sistem kerja paksa yang amat kejam. Hal itu dungkap oleh Pramoedya Ananta Toer atau yang dikenal juga dengan Pram dalam catatannya.

Potret jenderal Herman Willem Daendels & Kerja Paksa ( Source )

Pram menyebutkan, proyek pembangunan Jalan Pantura itu merupakan 1 dari sejarah kelam dari Indonesia yang menelan korban sebanyak 12.000 orang dari kalangan pekerja. Penulis Amerika Willard A Hanna dalam hikayat Jakarta (1988) menuliskan, sosok Daendels dimaknai sebagai figur tiran oleh penguasa lokal, momok untuk para petani dan pengkhianat oleh warga Belanda.

BEBERAPA LOKASI JALAN ADA YANG DIKENAL ANGKER

Sebagian jalan punya riwayat genosida massal yang menelan banyak korban di masa lalu, jalur pantura juga tidak lepas dari kisah-kisah menyeramkan. Ada 5 kawasan yang dirasa oleh para pengguna jalan merupakan tempat yang angker.


Kawasan itu adalah hutan Alas Roban, banyak terlihat penampakan hantu pocong di jalur lingkar Pemalang, sosok kakek tua yang kerap terlihat di Kedungkelor, hantu perempuan menyeramkan yang kerap terlihat di jalur Subang C, dan hantu wanita cantik di kawasan Jenu, Tuban, Jawa Timur yang sering membuat pengendara mengalami kecelakaan.

JALUR SIBUK DI UTARA YANG DILINTASI PULUHAN RIBU KENDARAAN SETIAP HARINYA

Keberadaan jalur pantura memang tidak bisa dipisahkan dengan kepentingan banyak pihak. Membentang sepanjang 1.316 kilometer di sepanjang pesisir pantai utara Jawa, jalan ini melewati 5 provinsi yaitu Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kendaraan yang lewat juga setiap harinya berkisar 20.000 sampai dengan 70.000.

Jalur Pantura ( Source )

Tidak heran jika proyek pembangunan jalan ini dulu menjadi prioritas dalam pembangunan industri nasional. Mulai dari jalur distribusi barang yang menghidupkan perekonomian di Pulau Jawa, sampai pada jalur mudik yang ramai ketika hari raya Idul Fitri tiba.

Terlepas dari sejarah yang kelap ada beberapa lokasi yang angker, jalur pantura menjadi denyut nadi yang menyambungkan kepentingan masyarakat yang memanfaatkan jalur ini sebagai transportasi, distribusi sampai dengan jalur mudik ke kampung halaman.
Advertisement

Tags