PSK Di Negara Ini Gunakan Baju Pelindung Transparan Untuk Hindari Virus - Mas Ifan News - Berita Hari Ini Terbaru
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

PSK Di Negara Ini Gunakan Baju Pelindung Transparan Untuk Hindari Virus

PSK Di Negara Ini Gunakan Baju Pelindung Transparan Untuk Hindari Virus

Advertisement
Jangan lupa untuk selalu terkoneksi dengan kami dengan Follow IG @MasIfanNews, Fanspage @MasIfanNewsOffical dan juga Subscribe Channel Youtube Mas Ifan News
ilustrasi ( Source )
Mas Ifan News - Penerapan new normal di beberapa negara ini menandakan bahwa segera dibuka kembali bisnis di berbagai lini. Menanggapi hal tersebut, pekerja seks komersial (PSK) di Bolivia berupaya untuk tetap mengikuti instruksi keamanan sambil tetap mencari client.

The Organization of Night Workers of Bolivia (OTN) atau Organisasi Pekerja Malam merupakan sebuah organisasi yang menaungi para PSK dan juga membuat pedoman keamanan untuk para Pekerja Seks Komersial di Bolivia.

Dan itu termasuk seperti sarung tangan, pelindung wajah, dan jas hujan tembus pandang yang memiliki fungsi sebagai "biosecurity suit" atau setelan biosekuriti (pakaian pengaman).

Melansir dari Insider, pakaian tembus pandang itu memiliki tujuan untuk melindungi para PSK dari kuman ketika mereka melakukan pole dance atau tarian pada tiang. Dan usai sesi klien usai, mereka pun akan melepaskan setelah tersebut.

TIANG POLE DANCE SEBELUMNYA DI BERI DISINFEKTAN

"Setelan biosekuriti bakal memungkinkan kita untuk bekerja dan juga melindungi diri kita sendiri," Antonieta, seorang PSK di Bolivia, mengucapkan jika kala dirinya memperlihatkan seperti apa para pekerja akan mendesinfeksi tiang untuk pole dance dengan semprotan pemutih di antara tarian.

Para ahli mengucapkan jika hal yang sangat penting untuk menutup pencegahan infeksi virus adalah hidung, mulut dan mata Anda.

HARUS LEBIH SERING MENGGUNAKAN HAND SANITIZER

Meski begitu, tidak sedikit selebritas yang menggunakan pakaian hazmat, baju dan juga alat pelindung pada semua tubuhnya sejak pandemi ini merebak.

Untungnya, pedoman 30 halaman dari The Organization of Night Workers of Bolivia tidak mengharuskan kostum hazmat. Melainkan menyerukan pelindung wajah dan masker di bawah pakaian pelindung, di samping kerap mempergunakan hand sanitizer dan juga semprotan desinfektan.

CLIENT SETUJU AKAN HAL TERSEBUT

Vanessa, seorang PSK di salah satu red light district Bolivia dan juga ibu dari 2 anak, mengucapkan jika ia melakukan pekerjaan ini untuk tetap mendapatkan pemasukan guna menghidupi anaknya. Memastikan jika mereka punya uang untuk biaya sekolah.

"Klien kami menghormati masalah keselamatan, jika kami menggunakan langkah ini untuk keamanan kami, dan juga untuk mereka," ucap Vanessa.

DARI PADA BEKERJA DI JALANAN

OTN Mendorong hal itu dan meyakinkan kota La Paz agar memberikan ijin ke rumah bordil tidak hanya ketika malam saja, akan tetapi juga siang hari tetap berlaku.

Lily Cortes, seorang perwakilan OTN, mengucapkan di bulan Maret para PSK tidak diperbolehkan bekerja di rumah bordil, mereka mungkin terpaksa beralih untuk terjun ke jalanan. Hal itu malah justru sangat berbahaya selama pandemi seperti ini.

Di 15 Juli 2020, Bolivia tercatat ada sebanyak 48.187 kasus yang terkonfirmasi dan 1.807 kematian.
Advertisement

Tags